MAKASSAR — tabloidTEMPO – Di tengah kritik terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai kian kehilangan daya kritis dan terjebak dalam rutinitas seremonial,.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) memiliki nakhoda baru.
Melalui Musyawarah Komisariat, Ahmad Ali Rido dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode kepengurusan berikutnya.
Terpilihnya Ahmad Ali Rido datang bersama sebuah gagasan yang ia sebut sebagai revolusi kesadaran grassroots.
Bagi dia, tantangan terbesar organisasi mahasiswa saat ini bukan semata soal regenerasi kepengurusan, melainkan bagaimana menghidupkan kembali tradisi intelektual dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.
Dalam pidato perdananya, Ahmad mengatakan HMI tidak boleh menjauh dari basis kader maupun realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Organisasi, kata dia, harus kembali menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis, bukan sekadar menjalankan agenda-agenda formal
“Revolusi kesadaran bukan sekadar slogan. Ini adalah ikhtiar membangun kader yang kritis, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak perubahan dari tingkat paling dasar. HMI harus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka, lalu menawarkan gagasan dan solusi,” ujarnya Minggu 02 Agustus 2026
Menurut Ahmad, perubahan zaman telah menghadirkan tantangan baru bagi gerakan mahasiswa. Arus informasi yang bergerak cepat, budaya instan, serta menurunnya minat terhadap ruang-ruang diskusi dinilai berpotensi mengikis tradisi intelektual yang selama ini menjadi identitas organisasi kemahasiswaan.
Karena itu, kepengurusan yang dipimpinnya akan menitikberatkan pada penguatan kaderisasi, perluasan forum kajian, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap komisariat tidak hanya aktif menyelenggarakan kegiatan internal, tetapi juga mampu membaca persoalan sosial dan memberikan kontribusi nyata melalui gagasan maupun aksi.
Bagi Ahmad, ukuran keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan dari sejauh mana kader mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga independensi berpikir di tengah berbagai dinamika sosial maupun politik.
Kepemimpinan baru di HMI Komisariat FSD UNM menjadi awal bagi pengurus untuk membuktikan bahwa organisasi kader masih memiliki relevansi.
Di tengah tantangan yang terus berubah, gagasan tentang penguatan akar rumput akan diuji bukan melalui pidato, melainkan melalui konsistensi kaderisasi, tradisi intelektual, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.
(**)

Average Rating