TabloidTEMPO.com | MAKASSAR – Aksi brutal seorang pria berinisial D yang mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam), mengancam warga, hingga menghina profesi advokat, kini berbuntut panjang. Kasus tersebut resmi dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan, namun pelaku disebut masih bebas berkeliaran.
Peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi di Kompleks Kodam, Bitoa, Kota Makassar, Minggu (26/4/2026). Laporan polisi telah tercatat dengan Nomor: LP/B/434/IV/2026/SPKT/Polda Sulawesi Selatan tertanggal 27 April 2026.
Pelapor berinisial SP, yang juga merupakan korban dalam dugaan tindak pidana pengancaman tersebut, melaporkan langsung kejadian ini ke pihak kepolisian.
Menurut penasehat hukum korban, Abd Kadir, insiden bermula saat korban tengah menggelar rapat bersama warga di sebuah pos RW di wilayah Kompleks Aditarina, Ujung Bori, Kecamatan Manggala. Situasi yang awalnya kondusif mendadak berubah tegang.
“Pelaku yang diketahui bernama Dandi tiba-tiba berteriak dari kejauhan sambil menunjuk ke arah korban. Ia diduga sudah tersulut emosi karena merasa tersinggung dan menganggap urusannya dicampuri korban,” ujar Abd Kadir, Senin (27/4/2026).
Tak lama berselang, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan berjalan mendekati korban dalam kondisi mengancam. Beruntung, warga yang berada di lokasi sigap melerai sebelum terjadi hal yang lebih berbahaya.
Tidak hanya melakukan pengancaman, pelaku juga diduga melontarkan penghinaan terhadap profesi advokat dengan ucapan yang dinilai merendahkan dan tidak pantas. Aksi tersebut semakin memperkeruh suasana dan memicu ketegangan di tengah warga.
Meski laporan resmi telah diterima, hingga kini pelaku belum diamankan. Hal ini memicu keresahan warga sekaligus desakan keras kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Tim kuasa hukum menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele. “Ini sudah masuk ranah pidana serius. Ada unsur pengancaman dengan senjata tajam serta penghinaan terhadap profesi. Kami mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku,” tegasnya di hadapan awak media.
Kekhawatiran juga disampaikan warga sekitar. Mereka mengaku cemas pelaku akan kembali dan mengulangi aksinya.
“Kami khawatir dan waswas. Takut pelaku datang lagi bersama teman-temannya dan membuat keributan di kompleks,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih diharapkan segera mengambil langkah tegas guna menjamin keamanan warga serta menindaklanjuti laporan yang telah masuk.(/*)red

Average Rating