Bhabinkamtibmas Desa Pallangga Dianggap Gagal Menyelesaikan Konflik Warga, Kapolsek Didorong Tindak Lanjut

Read Time:2 Minute, 10 Second

TabloidTEMPO.com | Gowa, Sulsel – Kekecewaan warga Desa Pallangga terhadap kinerja Bhabinkamtibmas setempat semakin mengemuka setelah insiden pertengkaran yang melibatkan warga Dusun Pallangga pada Kamis malam (20/04/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Insiden tersebut menyoroti lemahnya peran aparat kepolisian di tingkat akar rumput, yang seharusnya berfungsi sebagai pengendali dan penengah konflik.

Dalam peristiwa tersebut, beberapa warga mengkritik ketidakhadiran upaya sistematis oleh Bhabinkamtibmas untuk menangani konflik. Menurut mereka, aparat tidak hanya gagal dalam mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga tidak mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan yang terjadi di masyarakat. Alih-alih menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom, kehadiran aparat malah dianggap sebagai sekadar formalitas tanpa memberikan substansi yang berarti.

“Sangat disayangkan, Bhabinkamtibmas tidak menjalankan tugas dengan baik. Tidak ada pertanyaan yang diajukan, tidak ada langkah penyelesaian yang diambil, bahkan ada dugaan terjadi perdebatan dengan warga yang justru memperburuk situasi. Ini bukan hanya mengecewakan, tapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap polisi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kritik ini semakin tajam ketika menyebutkan dugaan kelalaian serius yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dalam menangani peristiwa tersebut. Warga menilai bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat seharusnya lebih cepat tanggap dan tegas dalam merespons insiden seperti ini. Kemampuan mediasi yang terukur juga dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam setiap peran aparat kepolisian di tingkat desa.

Sorotan juga ditujukan kepada Kapolsek Pallangga, yang dianggap memiliki tanggung jawab dalam hal pengawasan dan pembinaan personel di wilayahnya. Warga menilai lemahnya respons aparat di lapangan menunjukkan kurangnya kontrol struktural terhadap kinerja personel, yang seharusnya lebih proaktif dalam menjalankan tugas mereka.

“Kapolsek harus lebih serius menangani masalah ini. Ini bukan persoalan sepele. Kalau tidak segera ditangani, bisa-bisa dampaknya menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ujar warga lainnya.

Sebagai bentuk respons terhadap situasi ini, masyarakat mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap kinerja oknum Bhabinkamtibmas yang bersangkutan. Mereka juga meminta agar ada kemungkinan pemindahan atau penarikan personel tersebut dari Desa Pallangga, serta penempatan personel pengganti yang memiliki kapasitas profesional, responsif, serta mampu menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat dengan baik.

Selain itu, warga berharap agar aparat kepolisian yang ditempatkan di wilayah mereka tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi juga sebagai representasi dari fungsi pelayanan yang sesungguhnya. Mereka menginginkan aparat yang lebih transparan dalam kinerjanya dan lebih memahami tugas mulia mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Ini adalah saat yang sangat penting bagi institusi kepolisian untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar berkomitmen pada tugas pelayanan publik. Jangan sampai insiden seperti ini membuat masyarakat semakin jauh dari kepercayaan terhadap polisi,” tegas salah seorang warga yang juga menjadi bagian dari kelompok pengkritik.(/*)red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post DPRD Sulsel Diminta Fasilitasi Judicial Review UU ASN, KSPSI Soroti Ketidakadilan bagi Tenaga Non-ASN di RS Pajonga Dg Ngalle
Next post Aktivitas Tambang Ilegal di Gowa: Potensi Kerusakan Lingkungan dan Dugaan Transaksi Tanah Ilegal di Desa Panaikang.
Close