TabloidTEMPO.COM | GOWA, 2 Juli 2026 – Ketua Umum Tim Reaksi Cepat (TRC) Kriminal Investigasi Sulawesi Selatan, Daeng Ulla Qu, mengimbau masyarakat Kabupaten Gowa agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan demonstrasi yang mengatasnamakan nilai budaya Siri’ na Pacce terkait perkara yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.
Menurut Daeng Ulla Qu, nilai Siri’ na Pacce merupakan falsafah luhur masyarakat Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi kehormatan, rasa empati, tanggung jawab, dan persaudaraan. Karena itu, ia menilai nilai budaya tersebut tidak semestinya digunakan sebagai dasar untuk menggerakkan aksi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Budaya Siri’ na Pacce mengajarkan kita menjaga kehormatan dengan cara yang bermartabat, bukan dengan tindakan yang dapat memicu perpecahan. Mari bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, pelaksanaannya tetap harus mematuhi ketentuan hukum, dilakukan secara damai, menjaga ketertiban umum, serta menghormati asas praduga tak bersalah.
Daeng Ulla Qu juga mengajak masyarakat Gowa untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi maupun narasi provokatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hanya akan memperkeruh situasi dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Ia menilai kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Gowa saat ini tetap kondusif. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga stabilitas daerah agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk tetap tenang, menjaga persatuan, serta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum agar dapat bekerja secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Selain itu, Ketua Umum TRC Kriminal Investigasi Sulsel juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan.
Menutup keterangannya, Daeng Ulla Qu berharap masyarakat tetap mengedepankan akal sehat, menghormati proses hukum, dan bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kabupaten Gowa.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai perbedaan pendapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik. Mari kita jaga Gowa agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.(**)red

Average Rating