Diduga Ada Gudang Penampungan Solar Subsidi di Luwu Timur, Warga Soroti Kelangkaan BBM di SPBU LOPI

Read Time:1 Minute, 57 Second

TabloidTEMPO.COM | LUWU TIMUR -Dugaan adanya gudang penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian masyarakat. Aktivitas yang diduga berlangsung di lokasi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kelangkaan solar subsidi yang belakangan dikeluhkan warga di SPBU LOPI.

Informasi yang dihimpun pada Jumat (10/7/2026) menyebutkan, pasokan solar subsidi di SPBU LOPI kerap habis dalam waktu singkat sehingga masyarakat harus mengantre selama berjam-jam. Tidak sedikit warga yang mengaku pulang tanpa memperoleh BBM bersubsidi.

Kelangkaan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya petani, pelaku usaha kecil, nelayan, serta pengemudi angkutan yang bergantung pada ketersediaan solar subsidi untuk menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan solar subsidi itu disebut dikelola oleh seseorang yang dikenal dengan nama Ari Wuling. Solar subsidi tersebut diduga dikumpulkan sebelum dikirim ke wilayah Sulawesi Tengah untuk dipasarkan dengan harga non-subsidi. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain itu, warga juga menyebut nama Pak Yani, warga Pendolo, Sulawesi Tengah, yang diduga memiliki keterkaitan dalam jaringan distribusi BBM tersebut. Ia disebut-sebut berperan sebagai penerima sekaligus penyalur solar ke sejumlah perusahaan industri di Kabupaten Morowali. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

Salah seorang warga Margolembo yang enggan disebutkan identitasnya berharap aparat segera mengusut informasi tersebut.

“Kalau memang benar ada penimbunan solar subsidi, kami berharap aparat bertindak tegas. Masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan solar di SPBU, sementara kebutuhan kami setiap hari bergantung pada BBM subsidi,” ujarnya.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, termasuk Mabes Polri, Polda Sulawesi Selatan, Polda Sulawesi Tengah, Polres Luwu Timur, serta instansi terkait, agar segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi tersebut.

Warga juga meminta pemerintah memastikan penyaluran solar subsidi dilakukan sesuai peruntukannya agar tidak terjadi kelangkaan yang merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas perekonomian daerah.

Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat berharap seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi. Demikian pula pihak kepolisian dan instansi terkait belum mengeluarkan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak guna memenuhi prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.(**)Tim TRC IPB/Editor:SS

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Ketua Adat Kerajaan Gowa Kritik Arah Hak Angket DPRD: “Jangan Jadikan Isu Sensitif sebagai Alat Menggiring Opini”
Close