Drama di Lapangan PORSENIJAR: Gowa Teriak Gol, Wasit Bilang Jalan Terus

Read Time:2 Minute, 27 Second

Makassar, tabloidTEMPO – Kamis, 2 Juli 2026 – Pertandingan futsal antara Kontingen PGRI Kabupaten Gowa melawan Kontingen PGRI Kabupaten Bulukumba pada ajang PORSENIJAR PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 menuai polemik. Kontingen Gowa menyampaikan keberatan atas sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka.

Puncak kontroversi terjadi ketika sebuah tendangan pemain Gowa yang menurut para pemain, ofisial, serta sejumlah penonton telah melewati garis gawang, justru tidak disahkan sebagai gol oleh wasit. Keputusan tersebut memicu protes dari para pemain yang merasa dirugikan dalam pertandingan.

Menurut perwakilan Kontingen Gowa, keberatan telah disampaikan saat pertandingan masih berlangsung. Namun, wasit meminta pertandingan tetap dilanjutkan. Setelah pertandingan berakhir, protes kembali diajukan kepada panitia, tetapi dijawab bahwa hasil pertandingan tidak dapat diubah.

Kontingen Gowa mempertanyakan mekanisme penyampaian protes apabila keberatan yang disampaikan baik saat pertandingan berlangsung maupun setelah pertandingan tidak memperoleh penyelesaian yang memadai.

Selain itu, pihak Gowa juga menyoroti informasi yang mereka terima bahwa wasit yang memimpin pertandingan sebelumnya disebut akan dikenai sanksi oleh koordinator wasit karena dinilai melakukan kesalahan.

Namun, menurut mereka, wasit tersebut tetap ditugaskan memimpin pertandingan pada hari ini. Jika informasi tersebut benar, mereka menilai terdapat inkonsistensi dalam penerapan keputusan panitia.

Kontingen Gowa juga menyampaikan kekhawatiran bahwa kejadian tersebut dapat memunculkan opini publik mengenai independensi pertandingan apabila tidak dijelaskan secara terbuka oleh penyelenggara.

“Kami hanya meminta keadilan dan sportivitas. Jika memang bola itu masuk sebagaimana yang juga diakui beberapa pihak di sekitar lapangan, mengapa gol tersebut tidak disahkan?

Kami berharap penyelenggara memberikan penjelasan yang objektif agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujar salah satu perwakilan kontingen Gowa.

Lebih jauh, kontingen Gowa menilai pelaksanaan PORSENIJAR tingkat provinsi seharusnya menjadi contoh penyelenggaraan kompetisi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesionalisme, dan sportivitas. Mereka berharap panitia pelaksana dan Pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepemimpinan pertandingan.

Ajang PORSENIJAR PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sendiri sebelumnya dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan turut dihadiri oleh Ketua Umum PGRI Pusat. Dalam sambutan pembukaan, Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Asnawi, juga menyampaikan harapan agar Sulawesi Selatan dapat menjadi tuan rumah PORSENI tingkat nasional pada masa mendatang.

Kontingen Gowa berpandangan bahwa cita-cita tersebut harus dibarengi dengan penyelenggaraan kompetisi tingkat provinsi yang profesional, transparan, dan bebas dari polemik.

Kontingen Gowa meminta Pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan untuk:

– Memberikan klarifikasi resmi atas keputusan wasit yang menjadi kontroversi.

– Mengevaluasi kepemimpinan wasit dan kinerja perangkat pertandingan.

– Menjelaskan mekanisme penanganan protes dalam setiap pertandingan.

– Menjamin seluruh pertandingan berjalan secara adil, jujur, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas

– Menurut pihak Gowa, kepercayaan peserta terhadap PORSENIJAR hanya dapat terjaga apabila seluruh proses pertandingan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga tidak menimbulkan dugaan bahwa hasil pertandingan telah diarahkan kepada pihak tertentu.

“Kami datang membawa nama baik daerah, mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk berkompetisi secara sportif. Yang kami harapkan bukan perlakuan istimewa, melainkan keadilan bagi seluruh peserta. Biarlah publik yang menilai, namun kami berharap penyelenggara segera memberikan penjelasan dan evaluasi agar marwah PORSENIJAR PGRI tetap terjaga.”

MUH HAIDIR

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Tak Lagi Sekadar Polemik Politik, Hak Angket DPRD Gowa Kini Jadi Sorotan Komnas HAM
Next post Dari Ruang Pansus ke Meja Penyidik, Kesaksian Saenal dan Agus Berujung Laporan Pidana
Close