TabloidTEMPO.COM |Makassar, Sulsel – Momentum Hari Perawat Sedunia dimanfaatkan Dewan Pengurus Pusat Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) untuk menyuarakan kritik terhadap sistem kesejahteraan tenaga kesehatan di Kabupaten Gowa.
Ketua DPP BMKI, Irham Tompo, mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan kesejahteraan tenaga kesehatan, yang menurutnya belum sepenuhnya berpihak kepada para nakes sebagai garda terdepan pelayanan publik, Selasa (12/05/2026).
Irham menyoroti dugaan keterlambatan pembayaran gaji tenaga kesehatan hingga dua bulan, serta keterlambatan pembayaran jasa pelayanan yang disebut mencapai empat bulan. “Kami menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius agar pengabdian para tenaga kesehatan dihargai secara adil,” ujarnya.
Seorang tenaga kesehatan yang memilih tetap anonim mengatakan, tunjangan kesejahteraan bagi nakes dinilai minim, bahkan hanya berkisar Rp500 ribu, sementara para tenaga kesehatan bekerja dengan beban pelayanan hingga 1×24 jam. “Kami berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi ini agar hak-hak kami sebagai pelayan masyarakat tidak diabaikan,” katanya.
Irham menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjamin kesejahteraan tenaga kesehatan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ia juga menyoroti nasib ratusan tenaga non-ASN yang bekerja di puskesmas di Kabupaten Gowa, yang status kerja dan perlindungan hukumnya masih belum jelas.
BMKI mendesak Bupati Gowa untuk melakukan evaluasi terhadap Direktur RSUD Syekh Yusuf, Direktur RS Pratama, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terkait tata kelola kesejahteraan tenaga kesehatan.
“Momentum Hari Perawat Sedunia seharusnya menjadi refleksi untuk membenahi sistem kesehatan yang lebih berkeadilan bagi tenaga kesehatan. Jangan sampai mereka yang menjadi ujung tombak pelayanan justru merasa diabaikan hak-haknya,” ujar Irham.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Gowa belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan BMKI.(/*)red

Average Rating