TabloidTEMPO.COM | GOWA – Koordinator Pandita, Wawan, memberikan apresiasi atas langkah tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang menonaktifkan sementara 16 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Menurut Wawan, keputusan tersebut merupakan langkah berani dan tepat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan serta pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kami mengapresiasi ketegasan Bupati. Pemerintahan tidak boleh berhenti hanya karena persoalan internal birokrasi. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Wawan. Minggu 23/08
Wawan menilai langkah Bupati menunjukkan bahwa kepala daerah tidak boleh membiarkan adanya persoalan disiplin, koordinasi maupun dugaan pembangkangan kedinasan yang berpotensi mengganggu pelayanan publik.
Ia juga meminta publik tidak terburu-buru menyebut penonaktifan tersebut sebagai nonjob atau vonis terhadap pejabat yang bersangkutan.
“Penonaktifan adalah langkah administratif. Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan diperiksa sesuai aturan. Yang penting roda pemerintahan tetap berjalan,” katanya.
Menurut Wawan, Bupati Gowa memiliki tanggung jawab memastikan seluruh perangkat daerah bekerja sesuai tugas dan garis koordinasi pemerintahan.
“Bupati jangan ragu menata birokrasi. Ketegasan seorang kepala daerah dibutuhkan ketika kepentingan masyarakat mulai terancam. Selama dilakukan sesuai aturan, kami mendukung,” tegasnya.
Pandita berharap langkah tersebut menjadi momentum untuk mengembalikan soliditas birokrasi Gowa agar seluruh pejabat kembali fokus pada tugas utama: bekerja, melayani masyarakat, dan memastikan program pemerintah berjalan.
“Jangan biarkan konflik elite birokrasi mengorbankan masyarakat. Gowa membutuhkan pemerintahan yang bekerja, bukan pemerintahan yang sibuk bertengkar,” pungkas Wawan.(**)

Average Rating