Sumpah Seorang Perwira: Pesan Prabowo yang Menyentuh Nurani Pengabdi Negara

Read Time:1 Minute, 39 Second

Jakarta – tabloidTEMPO – Di balik dentuman penghormatan dan gemerlap penyematan pangkat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tak hanya ditujukan kepada 1.177 perwira remaja TNI-Polri, tetapi juga menjadi pengingat tentang makna sejati pengabdian kepada bangsa.

Dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Rabu (22/7), Prabowo mengingatkan bahwa sumpah yang baru saja diikrarkan bukan sekadar rangkaian kalimat seremonial.

Sumpah itu adalah janji yang akan dimintai pertanggungjawaban—kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada negara, dan kepada lebih dari 280 juta rakyat Indonesia.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pangkat bukanlah simbol kemuliaan yang layak dibanggakan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kejujuran, keberanian, dan pengorbanan.

Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang dipikul.

Di hadapan para perwira muda, Presiden menanamkan satu prinsip yang menjadi fondasi setiap aparat negara: kepercayaan rakyat adalah kehormatan tertinggi yang tidak boleh dikhianati. Kepercayaan itu lahir dari integritas, bukan dari kekuasaan; dari pengabdian, bukan dari jabatan.

Pesan tersebut hadir pada momentum yang tepat. Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap reformasi birokrasi, penegakan hukum, dan profesionalisme aparat, TNI dan Polri dituntut tampil sebagai institusi yang semakin bersih, humanis, dan berpihak kepada kepentingan bangsa, bukan kepada kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Sejarah telah membuktikan, runtuhnya kepercayaan publik tidak selalu diawali oleh kekalahan di medan perang, melainkan oleh lunturnya integritas para pemegang amanah. Karena itu, Presiden mengingatkan bahwa setiap keputusan, tindakan, dan sikap seorang perwira akan menjadi cerminan wajah negara di mata rakyat.

Pelantikan 1.177 perwira remaja bukan sekadar menambah jumlah personel TNI dan Polri. Lebih dari itu, bangsa sedang menitipkan harapan kepada generasi baru penjaga kedaulatan dan penegak hukum agar tetap teguh memegang sumpah, menjunjung etika, serta mengabdi tanpa pamrih.

Pada akhirnya, publik tidak akan mengingat berapa banyak bintang yang menghiasi pundak seorang perwira. Yang akan dikenang adalah bagaimana ia menggunakan kewenangan itu untuk melindungi rakyat, menegakkan keadilan, dan menjaga kehormatan Merah Putih.

Sebab pangkat dapat disematkan dalam hitungan detik, tetapi kehormatan hanya dapat diraih melalui seumur hidup pengabdian.

(One)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Ada Apa Polisi Menjadi Lawan Warga sekitar 3000 KK di Makassar ??
Next post Di Tengah Tantangan Program Makan Bergizi Gratis, Nanik Deyang Memilih Mundur Demi Kesehatan
Close