TabloidTEMPO.com | Pendolo–Taripa, Sulteng – Dalam semangat membangun komunikasi yang sehat serta memperkuat sinergitas antara institusi Polri dan insan pers, sejumlah jurnalis melakukan silaturahmi ke Pos Polisi Jalan Raya (PJR) Pendolo dan Pos PJR Taripa, Sulawesi Tengah, Kamis (15/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan dialogis. Diskusi diawali dengan pembahasan seputar tingkat angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Kabupaten Poso serta sepanjang jalur Trans Sulawesi, yang menjadi perhatian serius para personel PJR.
Dalam kesempatan itu, Arifin, perwakilan media yang memimpin tim jurnalis, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran PJR. Ia mengaku bersyukur dapat diterima dengan baik dan penuh kekeluargaan.
“Dengan adanya pertemuan hari ini, kami merasa bersyukur karena dijamu dengan sangat baik. Dalam kegiatan touring jurnalis ini, kami melihat langsung kondisi jalur Trans Sulawesi Tengah yang relatif aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Arifin.
Ia juga menambahkan bahwa tim jurnalis merasa senang dapat bertatap muka secara langsung dengan personel PJR Sulawesi Tengah, mengingat selama ini komunikasi lebih banyak dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.

“Kami mengapresiasi situasi positif yang kami rasakan saat berkendara di sepanjang jalur Trans Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan peran aktif PJR dalam menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, personel PJR Pendolo Bripka Bayu W bersama personel PJR Taripa Bripka Made Adi, didampingi rekan-rekannya, menyambut baik kunjungan insan pers tersebut dengan mengedepankan semangat kolaboratif dan keterbukaan.
Menurut Bripka Bayu W, media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
“Berita itu sangat penting dan memiliki pengaruh besar. Wartawan adalah mitra strategis Polri di mana pun berada dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme serta keterbukaan ruang dialog antara Polri dan media apabila terjadi perbedaan persepsi atau kekeliruan dalam pemberitaan.

“Baik dan buruknya citra institusi Polri juga ada di tangan media. Karena itu, kita harus saling menjaga agar situasi di Kabupaten Poso dan sepanjang jalur Trans Sulawesi tetap aman, damai, dan kondusif.
Suara kita harus satu untuk membangun dan menampilkan kinerja Polri sebagai pengayom masyarakat di Sulawesi Tengah yang lebih baik,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan bahwa sinergitas antara Polri dan media merupakan kunci dalam menciptakan ruang publik yang sehat, edukatif, dan bermartabat.
Silaturahmi tersebut juga menjadi contoh komunikasi terbuka yang beradab antara aparat penegak hukum dan insan pers.
“Kami berharap silaturahmi seperti ini terus terjalin demi kepentingan masyarakat luas,” tutup Arifin bersama Firman S.
Editor: Red/FS
Tim: Arifin/Red
